Ada banyak orang yang suka belanja, tetapi ada beberapa orang yang tergolong shopaholic. Banyak yang menganggap shopaholic sebagai ungkapan untuk penggila belanja, padahal shopaholic akut merupakan gangguan mental serius, lho. Tidak heran kalau hal ini sering menjadi bahan penelitian para psikolog.

Dalam studi psikologi, shopaholic lebih dikenal sebagai Compulsive Buying Disorder (CBD), yang ditandai sebagai masalah pengendalian diri--seperti judi dan gangguan makan--yang berpotensi mengganggu tekanan emosional dan finansial diri Anda.

Lalu, apa saja hal paling umum yang terlihat dari seorang shopaholic? Ini lima tanda yang perlu Anda ketahui agar bisa mengatasinya sebelum terlambat.

1. Belanja menyebabkan perasaan yang sangat intens
Kelainan Compulsive Buying Disorder (CBD) memiliki rasa kegembiraan yang intens sebelum membeli. Hal ini membuat mereka memiliki ketidakmampuan untuk menolak keinginan berbelanja dan merasakan penghargaan saat sudah berbelanja, terlepas dari konsekuensi negatif dari tindakan mereka.

2. Tetap berbelanja meski dikuasai perasaan bersalah
Orang yang shopaholic mungkin juga memiliki perasaan cemas atau tegang saat mereka berusaha menahan keinginan untuk berbelanja. Para penderita CBD sering merasa tertekan, karena telah menyerah pada dorongan berbelanja, serta merasa bersalah atas utang mereka yang terus bertambah setelah mereka belanja.

3. Membeli barang yang tak diperlukan
Anda sangat mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tak perlu-perlu amat bagi diri Anda. Meskipun tas Anda masih banyak dan berfungsi dengan baik, Anda tak dapat menahan diri untuk membeli tas baru yang sebenarnya memiliki model yang sama dengan tas lama Anda.

4. Belanja untuk mengisi kekosongan
Terkadang para shopaholic berbelanja untuk mengatasi rasa "kosong" dalam hati mereka, yang disebabkan oleh stres, kesedihan, dan juga rasa sepi. Bisa saja sehabis putus dengan pasangan atau bertengkar dengan orang tua Anda memiliki dorongan untuk berbelanja.

5. Masih banyak barang yang belum dibuka atau dicoba
Anda punya banyak barang yang belum dibuka dari kemasannya sejak hari pertama belanja. Anda juga biasanya tak mencoba atau memakai barang tersebut dan cenderung menyimpannya, sampai Anda lupa sudah memilikinya.